Tanam Padi Metode PM-AAS di Tegal : Jateng Menuju Swasembada Pangan
Implementasi tanam padi metode PM-AAS (17/7/26) dilaksanakan di Desa Kedungsugih, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Tegal.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alam Syah, memimpin arahan bersama Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman.
Beliau menegaskan komitmen penuh Kementan: percepatan pupuk subsidi, penyaluran puluhan ribu pompa air antisipasi kemarau, hingga alsintan modern berbasis teknologi GPS.
"Momen tanam ini akan jadi bukti nyata! Kalau hasilnya lebih tinggi, petani sekitar pasti akan mengikuti dengan sendirinya," pesan beliau, mengingatkan pentingnya menjaga keberhasilan panen dari penerapan metode ini.
Aksi dilanjutkan demonstrasi penyemprotan herbisida pratanam menggunakan drone solusi jitu atasi gulma pada sistem tanam benih langsung (tabela).
Kegiatan berlanjut ke Rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Provinsi Jawa Tengah di Kantor Bupati Tegal. Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman turut hadir menyambut baik dan melaporkan langsung penanganan infrastruktur irigasi demi kelancaran musim tanam.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah memaparkan strategi jitu kejar target produksi 10,5 juta ton gabah kering giling tahun 2026, plus jurus antisipasi El Nino lewat brigade alsintan, varietas tahan kering, dan asuransi usaha tani padi.
Dengan penerapan meluas metode PM-AAS, produktivitas ditargetkan melesat dari sekitar 4 ton menjadi 8-12 ton per hektare. Potensi besar bagi Kabupaten Tegal untuk tak hanya swasembada, tapi juga jadi lumbung beras bagi daerah lain.